Translate

Home

Senin, 22 Februari 2016

Sistem Tata Surya (Bagian 1)

A.   Asal usul tata surya
1.     Teori kabut
Dugaan ini di kemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755. Kemudian, pada tahun 1796 Pierre Simon De Laplace juga mempunyai pamikiran yang sama dengan Immanuel Kant.
Menurut teori kabut Kant dan Laplace, matahari berasal dari kabut pijar yang terdiri atas helium dan hidrogen. Kabut pijar tersebut berputar secara terus-menerus sehingga mengakibatkan sebagian kabut terlepas yang kemudian membentuk gumpalan.
Gumpalan tersebut mengelilingi bagian utama gumpalan kabut. Gumpalan itu akhirnya menjadi dingin, menyusut, dan terbentuklah planet-planet, sedangkan gumpalan utama menjadi matahari.
2.     Teori pasang surut
Hipotesis ini di kemukakan oleh Jeans dan Jeffreys pada tahun 1918. Teoro ini mengemukakan bahwa di masa lampau ada bintang besar yang lewat dekat dengan matahri. Gaya gravitasi bintang itu menyebabkan sebagiansebagian besar massa matahari membentuk tonjolan ke arah bintang.
Tonjolan itu akhirnya tertarik oleh bintang lepas dari matahari. Massa matahari yang terlepas dan masih berwujud gas itu akhirnya membentuk tetesan raksasa dengan ukuran yang berbeda-beda. Karena pendinginan oleh alam, tetesan itu membeku dan membentuk planet.
3.     Teori planetisimal
Teori planetisimal ditemukan oleh Moulton dan Chamberlain yang mengatakan bahwa dalam kabut berpilin terdapat material padat yang berhamburan dan disebut planetisimal. Benda padat itu saling tarik sehingga terbentuklah gumpalan yang lebih besar. Kabut berpilin berputar mengelilingi intinya. Planetisimal yang terdapat pada kabut berpilin berputar bergerak bebas dengan lintasan yang berbeda. Akibat gerakan tersebut, adanya gaya tarik antarmatahari menyebabkan terbentuk kumpulan planetisimal yang lebih banyak. Kumpulan planetisimal yang lebih banyak. Kumpulan planetisimal terbesar menjadi inti dari materi. Planetisimal yang lain. Inti yang paling besar diantara yang lainnya menjadi matahari.
4.     Teori bintang kembar
Teori bintang kembar mengatakan bahwa pada masa lampau, matahari mempunyai pasangan sebuah bintang yang besar. Pada suatu saat, bintang bergerak ke arah matahari dengan kecepatan tinggi yang akhirnya bertabrakan. Bintang itu hancur dan pecahannya terdapat di sekeliling matahari yang akhirnya membeku dan terbentuknya planet.
B.    Anggota tata surya
1.     Matahari
Matahari merupakan pusat tata surya karena semua planet dan benda-benda langit beredar mengelilinginya. Matahari berotasi, yaitu berputar pada porosnya sementara planet-planet melakukan rotasi dan revolusi.

Jarak rata-rata matahari dengan bumi dinamakan satu satuan astronomi, dan besarnya kira-kira 150.000.000 Km. Satuan astronomi dapat digunakan untuk menyatakan jarak antarbintang.


2. Planet

Perhatikan benda-benda langit pada malam hari yang cerah! Dapatkah kamu membedakan antara bintang dan planet?
a.      Benda antariksa yang mengorbit mengelilingi bintang sementara benda tersebut bukan bintang.
b.      Memiliki massa yang cukup besar lebih dari 5 x 10 pangkat 20 kg.
c.       Berdiameter lebih dari 800 km.
d.      Memiliki gravitasi cukup berat sehingga bentuknya mendekati bulat serta membebaskan lingkungan sekitar orbit( tidak memotong orbit planet lain )
Sebelum tanggal 24 agustus 2006 jumlahh planet pada susunan tata surya ada 9, namun sekarang planet anggota tata surya ada 8 planet yatu merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, dan Uranus. Planet tersebut beredar mengelilingi pusat tata surya yaitu matahari. Dengan definisi baru di atas Pluto tidak berhak menyandang nama planet karena tdak memenuhi syarat yang keempat.
Orbit Pluto memotong planet neptunus sehingga dalam perjalanannya mengelilingi matahari, Pluto kadang lebih dekat dengan matahari dibanding neptunus. Pluto sekarang termasuk planet kerdil atau planet katai (dwarf planets). Keluarga planet kerdil yang la9in adalah ceres dan charon.
Dengan perkembangan teknologi sekarang, anyak benda-benda langit yang dtemukan. Benda langit yang masuk dalam objek sabuk kaiper (kaiper belt object/KBO), antara lain quaoar (diameter 1.000-1.300 km), selna (1.180-1.800 km), huya (750 km), orens, vesta, pallas, hygiea, varuna, ELGI (1.500 km) dan UB 313 (kurang lebih 2.700 km) yang diberi nama Xena. objek sabuk kuiper adalah sebutan untuk wilayah diluar orbit planet Neptunus.


3. Satelit
Satelit adalah benda angkasa yang mengelilingi planet-planet. Selain berotasi pada porosnya, satelit berevolusi terhadap planet dan bersama-sama planet yang mengelilingi matahari. Planet yang mempunyai satelit adalah:
1.      Bumi                : mempunyai 1 satelit.
2.      Mars                : mempunyai 2 satelit.
3.      Yupiter            : mempunyai 16 satelit.
4.      Saturnus          : mempunyai 19 satelit.
5.      Uranus             : mempunyai 15 satelit.
6.      Neptunus         : mempunyai 8 satelit.
4. komet
Komet merupakan benda langit lang beredar mengelilingi matahari dengan orbit yang sangat lonjong. Komet terdiri atas kumpulan debu dan gas yang membeku. Ekor komet selalu menjauhi matahari. Komet disebut juga bintang berekor. Contoh:
a.      Komet haley adalah komet yang muncul setiap 75 tahun atau 76 tahun sekali. Komet ini terakhir muncul pada tahun 1986.
b.      Komet ikeya-seki terakhir muncul pada tahun 1965.
c.       Komet encke terlihat setiap 3,3 tahun sekali.
Sebuah komet terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu:
a.      Penyelubung, berupa kabut.
b.      Inti, bagian yang mempunyai cahaya terang.
c.       Ekor, bagian berupa garis cahaya yang panjang.
5. asteroid atau planetoid
Planet-planet kecil yang mengelilingi matahari dengat orbit sebagian besar diantaranya orbit mars dan yupiter disebut asteroid atau planetoid. Jika dilihat dari bumi, asteroid mengerupai bintang yang bercahaya lemah. Bentuk asteroid tidak teratur. Sebagian besar asteroid terdiri dari silikat, besi, dan magnesium. Pada waktu asteroid berotasi, cahaya matahari yang dipantulkan berubah-ubah, dan kalanya tampal terang dan dapat pula tampak gelap atau remang-remang. Jumlah asteroid kurang lebih ada 100.000 buah yang mempunyai garis tengah rata-rata 2 km. kala revolusi asteroid terhadap matahari antara 4-6 tahun. Asteroid besar dan kecil jumlahnya sangat banyak, antara lain:
a.      Asteroid berdiameter 300 km ada 7 buah,
b.      Asteroid berdiameter 100 km ada 200 buah,
c.       Asteroid berdiameter 10 km ada kurang lebih 2,000 buah,
d.       Asteroid berdiameter 1 km ada kurang lebih 500.000 buah.
6. Meteor
Di angkasa luar antarplanet terdapat benda langit padat berukuran kecil yang tidak mempunyai lintasan tertentu. Benda itu disebut meteoroid. Meteoroid dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu:
a.      Meteoroid batu besi, penyusunnya sebagian besar terdiri atas besi dan sisanya batu-batuan;
b.      Meteoroid besi, penyusunnya sebagian besar besi dan nikel;
c.       Meteoroid batuan, penyusunnya terdiri atas batuan.

Meteoroid yang tertarik oleh planet yang mempunyai atmosfer seperti bumi, akan berpijar karena bergesekan dengan atmosfer. Benda yang berpijar tersebut dinamakan meteor  yang sering kita lihat sebagai bintang berpindah. Sebagian dari meteor itu terbakar di atmosfer, tetapi ada juga yang sampai ke permukaan bumi dan disebut  meteorit.

Sumber: buku LKS Galileo IPA Terpadu penerbit Zaipudin Arahim, S.Pd., M.Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar